BANDUNG – Sebuah suasana berbeda akan mewarnai pertemuan halal bihalal alumni SMA Pasundan 7 Kota Bandung angkatan 1996. Acara yang rencananya digelar pada Minggu (26/4/2026) di Orlin Cafe, Jalan Lodaya, ini biasa menjadi ajang silaturahmi rutin tahunan untuk mempererat tali persaudaraan.
Yang menarik dari kegiatan kali ini adalah peralihan peran di balik layar. Kemal Fauzie, yang sebelumnya dikenal sebagai pelaksana reuni perak 25 tahun, memutuskan untuk tidak lagi memegang kendali acara. Ia akan hadir sebagai peserta biasa.

“Acara ini tetap akan saya hadiri, tapi kali ini saya hanya peserta. Tanggung jawab sebagai pelaksana acara akan dipegang oleh Hanny, sosok alumni lain yang dinilai memiliki energi dan pendekatan berbeda. Tentu ini memberikan suasana baru,” ujar Kemal saat diwawancarai melalui WhatsApp, Jumat (17/4/2026).
Meski tak lagi memegang kendali, harapan Kemal terhadap acara kali ini tetap besar. Ia ingin seluruh teman-teman seangkatannya bisa hadir dan menikmati jalannya acara dengan nyaman. Baginya, sukses sebuah acara bukan diukur dari siapa yang memimpin, melainkan dari seberapa banyak tawa dan kenangan yang tercipta bersama.
“Harapan saya, acara ini berlangsung sukses dan bisa diikuti oleh semua teman-teman seangkatan 1996. Yang penting kita semua bisa kumpul, bernostalgia, dan saling memaafkan,” tambahnya.
Kemal pun menyempatkan diri mengajak seluruh rekan seangkatannya untuk tidak melewatkan momen langka ini. “Mari kita perbarui informasi tentang rekan-rekan kita. Juga mengenang teman-teman yang sudah mendahului kita semua. Ini kegiatan positif, sayang dilewatkan,” tuturnya penuh haru.
Sementara itu, dari sisi kegiatan acara, Hanny selaku pelaksana acara telah bergerak cepat. Meski belum memberikan keterangan resmi secara terpisah, persiapan acara disebut sudah hampir rampung. Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa Hanny membawa pendekatan yang segar dan lebih kolaboratif, sehingga para alumni merasa dilibatkan sejak awal.
Di tempat terpisah, Susan, seorang alumni seangkatan dengan Kemal, memberikan kabar menggembirakan. Menurutnya, antusiasme teman-teman cukup tinggi.
“Pada acara halal bihalal ini, sudah banyak yang ikut mendaftarkan diri. Persiapan sudah mencapai 90 persen,” ujar Susan.
Ia juga mengimbau seluruh alumni yang sudah mengonfirmasi kehadiran untuk datang tepat waktu. Alasannya, akan ada sesi foto bersama yang dijadwalkan di awal acara. Keterlambatan sedikit pun bisa membuat momen kebersamaan itu terlewat.
Acara halal bihalal rencananya dimulai pukul 11.00 WIB hingga selesai. Selain bersilaturahmi, panitia juga akan menggelar sesi khusus untuk mengenang teman-teman yang telah lebih dulu berpulang. Doa bersama akan dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang tidak lagi bisa hadir.
Bagi alumni SMA Pasundan 7 angkatan 1996 yang belum mendaftar, panitia masih membuka pendaftaran. Caranya melalui grup WhatsApp angkatan atau dengan menghubungi langsung pengurus kelas masing-masing. Tidak ada biaya keanggotaan. Cukup membawa semangat kebersamaan dan hati yang lapang untuk saling memaafkan.
Pertemuan kali ini menjadi bukti bahwa sebuah tradisi baik tidak akan pudar hanya karena pergantian pengurus. Justru dengan wajah baru dan suasana baru, ikatan persaudaraan bisa semakin erat. Kemal, Hanny, Susan, dan seluruh alumni 1996 tampaknya sepakat: reuni bukan soal siapa yang memimpin, melainkan siapa yang hadir.(End)

Tinggalkan Balasan