CIMAHI, BandungOnline.id – Sepak bola putri Indonesia tengah berada pada fase kebangkitan yang menggembirakan. Sepanjang tahun ini, skuat Garuda Pertiwi terus menunjukkan peningkatan performa, termasuk keberhasilan merebut gelar juara untuk pertama kalinya di ajang AFF Women’s Championship.

Namun, ada cerita menarik yang lahir dari raihan terbaru Timnas Putri Indonesia: keberhasilan meraih Juara 3 FIFA Series Women’s Football 2026 di Thailand. Di balik medali perunggu tersebut, terselip nama harum dari Kota Cimahi.

Sosok itu adalah Reva Oktaviani, mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) di STKIP Pasundan Cimahi. Ia menjadi salah satu pilar penting yang mengharumkan nama kampus dan daerahnya di pentas internasional.

foto instagram @infostkippasundan

Dalam laga perebutan tempat ketiga yang berlangsung sengit di Stadion Dragon Solar Park, Ratchaburi, Thailand, Rabu (15/4/2026), Timnas Putri Indonesia berhasil mengalahkan Kaledonia Baru dengan skor telak 4-2. Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia di podium.

Perjalanan Reva di kancah internasional bukanlah hal yang instan. Potret perjuangannya terekam jelas dalam sebuah foto klasik pada Rabu (2/5/2018) di Stadion Madya Bumi Sriwijaya, Palembang. Kala itu, Reva yang masih membela Timnas U-16 Wanita terlihat bersaing ketat dengan pemain Thailand, Sawitta Boonwong, pada ajang AFF U-16 Girls Championship. Meski saat itu Indonesia harus mengakui ketangguhan Thailand dengan skor 1-4, semangat Reva tak pernah padam.

Kini, delapan tahun berselang, Reva yang telah dewasa dan menimba ilmu di STKIP Pasundan Cimahi sukses membalaskan dendam manis. Dirinya menjadi bagian dari skuat yang secara konsisten menunjukkan taringnya di Asia Tenggara hingga level global.

Kebanggaan Kampus Biru

Keberhasilan Reva Oktaviani menjadi pemicu kebanggaan tersendiri bagi civitas academica STKIP Pasundan Cimahi. Kampus yang dikenal sebagai salah satu pencetak pendidik olahraga unggulan di Jawa Barat itu menilai bahwa prestasi ini membuktikan keseimbangan antara akademik dan non-akademik (naz)